Suatu perjuangan yang luar biasa jika kita mengandung dan melahirkan anak


Aku punya pengalaman yang luar biasa sewaktu akan melahirkan, jam 12 malam ketubanku pecah, suamiku langsung mengajak aku ke rumah sakit diantar bapak ibuku. Sampai di rumah sakit aku diperiksa dan sudah sampai bukaan 1, lalu 1 jam lagi diperiksa masih bukaan 2, lalu aku disuruh mandi sendiri oleh perawat. Sekitar jam 4 pagi Betapa sengsaranya aku, air ketuban terus mengalir disertai darah, baru aku mengguyur air pertama, kamar mandi sudah digedor perawat mau dipakai. Senewen juga aku, akhirnya cepet-cepet aku keluar. Habis itu aku diperiksa ternyata masih bukaan 2. Aku sudah mulai kesakitan, dan sempat nanya perawat jam berapa dokternya datang, mereka bilang jam 10 pagi. Aku sudah gak tahan sakitnya. Sempat aku mengeluh ke suamiku bilang sakit tapi dia bialng : masak kamu mengeluh, ibu yang lain bisa tahan dan kuat melahirkan anak, kenapa kamu tidak, jangan cengeng harus kuat.

Aku sempat berkata sama ibuku : begini ya jadi seorang ibu sakit sekali melahirkan anak aku sempet nangis ingat waktu aku sering nyakitin perasaan ibuku, betapa berdosanya aku, dia bilang inilah pengorbanan yang tak ternilai, harus kuat.. Lama aku gak diperiksa, ibuku marah-marah sama perawat dan ibuku merasa aku sudah bukaan banyak, tapi perawat gak percaya malah bilang : ah masih lama. Tapi ibuku ngotot suruh periksa dulu. Bener setelah diperiksa ternyata aku sudah bukaan 9. Kaget sekali mereka, langsung mereka cepet-cepet siapin semua alat-lat melahirkan, dan langsung panggil dokterku. Satu setengah jam aku nunggu dokternya, belum juga datang aku sudah stress sampai tensiku naik 140. Jam 7 lebih dokter datang aku langsung disuruh siap melahirkan. Aku cuma diberi kesempatan mengejan 3 kali.

Pertama kali mengejan, aku dimarah aja sama perawatnya katanya salah mengejan dan disuruh ngulang dengan panjang. Yang kedua katanya kurang panjang. Dokternya bilang kalau aku nggak bisa terpaksa anakku divakum. Aku takut membayangkankan anakku divakum,bisa-bisa kepalanya rusak. Suamiku langsung menantang aku : pasti kamu bisa, jangan putus asa. Langsung aja aku teriak : Aku nggak mau divakum. Entah ada keajaiban apa baru aku ambil nafas dan menejan sebentar anakku langsung lahir. Lega hatiku, anakku lahir cowok , selamat tanpa divakum. Setelah melahirkan, 2 jam aku langsung sehat dan bisa jalan. Suamiku bilang kenapa dia keras sama aku sewaktu aku mengeluh karena kalau suami ikut lemah istri semakin manja dan tidak tertantang untuk berusaha. Mungkin itu yang buat aku tertantang berusaha ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: